Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Ramah dalam MPLS bukanlah singkatan,
melainkan makna utuh yang mencerminkan sikap yang baik hati, bersahabat, manis budi, dan menyenangkan.”
(Rusprita Putri Utami)
MPLS Ramah 2025
“MPLS 2025 kami beri nama MPLS Ramah. Sebuah langkah awal untuk meletakkan dasar pendidikan yang penuh rasa cinta, saling menghormati, dan memuliakan para murid. Kita berusaha untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kita, sebagai tempat kita tidak hanya menuntut ilmu, tapi juga membangun karakter dan membentuk kepribadian utama anak-anak kita,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat meninjau pelaksanaan MPLS Ramah di SD Negeri 16 Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kompas, Senin (14/7/2025).
Adapun pelaksanaan MPLS Ramah telah diatur melalui Surat Edaran Nomor 10 Tahun 2025, yang menyasar jenjang PAUD, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah. Adapun Surat edaran ini disertai dengan Tujuan Kegiatan MPLS Ramah sebagai panduan resmi sekolah dalam menyelenggarakan MPLS yang aman, nyaman, dan menggembirakan.
Prinsip-prinsip Dasar MPLS Ramah
Adapun prinsip-prinsip dasarnya adalah:
- Ramah
- Edukatif
- Efektif dan efisien
- Inklusif
- Partisipatif dan
- Fleksibilitas
MPLS Ramah yang Humanis
Jika kita mau bersikap kritis sambil mencermati pada aspek-aspek dan prinsip-prinsip dasar pelaksanaannya, maka pendekatan pada MPLS Ramah 2025 ini, justru telah menunjukkan sebuah wajah ramah dan bernuansa sangat humanis demi menjunjung tinggi rasa hormat kepada anak-anak kita.
Semoga prinsip-prinsip dasar yang sangat humanis ini, juga akan terejahwantah secara konsisten dan konsekuen selama 5 (lima) hari pelaksanaannya di lapangan. Jika memang demikian yang terjadi, maka kini kian mendekatlah kita pada spirit dasar pendidikan, yakni ‘proses pemanusiaan manusia’ (homo humanus).
Himbauan Penutup
“Mari kita melaksanakan proses edukasi yang ramah, efektif dan efisien, sekaligus bersifat inklusif, partisipatif, dan fleksibelitas!
Kediri, 17 Juli 2025

