“Izin istirahat itu tidak masalah, asal tugas itu tetap harus diselesaikan dan dituntaskan.” -Mas Redjo
…
Maaf, Tuhan. Hari ini saya tidak berbagi tulisan dulu. Mengapa? Tidak biasanya kau minta izin. Jika lelah, silakan istirahat. Mengantuk, ya, tidur. Tidak mempunyai ide menulis, ya, diciptakan. Roh Kudus akan menerangi pikiranmu.
Hujan seharian membuatmu jadi malas? Tidak, Tuhan! Karena rasa malas itu datangnya dari si Jahat.
Apa rumahmu bocor? Tidak juga. Bagi saya, rumah bocor itu tanda rezeki dari-Mu mengalir. Saya bisa berbagi dengan tukang bangunan untuk memperbaikinya. Saya mahfum, rumah saya bocor, karena bangunan tua yang saatnya harus direnovasi.
Hujan itu juga anugerah-Mu yang harus disyukuri dan dinikmati.
Buktinya, ketika musim penghujan, UMKM mulai bergairah dan bangkit lagi. Banyak orang ngemil. Sedang musim kemarau yang panen adalah mereka yang berjualan minuman; bergantian menangguk rezeki. Engkau Mahaadil!
Lalu, apa yang membuatmu minta izin tidak berbagi tulisan? Toh, kau bisa berbagi ide, senyuman, tenaga, atau doa. Berbagi itu dari yang kau miliki sebagai ujud syukurmu, dan ikhlas.
Sekali lagi, saya mohon dimaafkan, Tuhan. Saya ingin mendampingi piaraan saya, Buddy yang terkena stroke, dan tidak bisa ditinggalkan. Buddy adalah anggota keluarga, karena lebih 12 tahun bersama kami.
Saya sungguh menyesal, karena terlalu memanjakan Buddy, hingga lupa mengatur pola makan secara sehat dan baik.
O, itu bisa dimaklumi dan dipahami. Jika kau ingin mendampingi Buddy. Meski tidak berbagi lewat tulisan, tapi kau bisa berbagi cinta nan tulus terhadap anjing piaraanmu.
Jika keadaan Buddy makin membaik dan sehat, kau dapat berbagi kisah cintamu nan tulus itu.
Tenangkan hatimu. Jagalah Buddy dengan baik.
Nggih. Matur sembah nuwun, Gusti.
…
Mas Redjo

