Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Aku akan berusaha sekuat dayaku, untuk melakukan apa saja yang kau kehendaki.”(Didaktika Kesetiaan Hidup)
…
| Red-Joss.com | Kita semua mengenal apa itu “ban” serta tahu, apa fungsi ban. Di dalam hidup, kita mengenal aneka ban. Ada ban mobil, ban sepeda, ban pesawat, dan sebagainya.
Ban adalah bagian paling bawah dari sebuah kendaraan. Fungsi utamanya, sungguh penting dan sangat menentukan.
Berikut ini, ada sebuah kisah “filosofis, sehubungan dengan ketangguhan ban.”
Di saat seorang ayah sibuk membenahi ban mobil, seorang anak berkomentar, “Ayah, mengapa repot-repot, panggil saja seorang montir untuk membenahinya.”
“Anakku, ada banyak pesan filosofis yang dapat kau pelajari dan jadi pedoman dari misteri ketangguhan ban.”
“Ayo, anakku, cermatilah misteri dari ketangguhan ban itu!”
Pertama, ban itu sangat konsisten. Mengapa? Karena dia bisa dipasangkan ke mana saja dan selalu bisa. Bisa dijadikan sebagai ban pesawat atau pun ban sepeda. Dia, toh tetap saja, tidak berubah.
Kedua, ban itu setia menerima kenyataan apa saja. Ban sanggup menghadapi aspal yang panas mendidih, atau menerjang arus deras banjir, bahkan tidak menghindari bangkai busuk di jalan.
Ketiga, ban itu sanggup memikul beban. Entah di saat kendaraan penuh muatan atau pun sedang kosong.
Keempat, ban itu tidak angkuh. Ban tidak pernah rewel dan mengomel. Dia selalu taat, sekali pun direm mendadak. Di saat kendaraan melaju kencang di jalan menikung pun dia diam. Tidak mengomel.
Kelima, ban itu selalu rendah hati. Di saat kita menyanjung keindahan intorior atau empuknya kursi di dalam sebuah kendaraan, dia pun turut berbangga. Memang, nyata, sangat jarang orang mau memuji ban kendaraan.
Lalu, pada bagian akhir tuntunan, sang Ayah pun menegaskan, “Nak, jika kamu telah dewasa nanti, semoga kamu dapat menghadapi aneka permasalahan hidupmu dengan berprinsip pada kelima misteri filosofis keunggulan ban kendaraan itu.”
Sesungguhnya, di balik misteri filosofis keunggulan ban kendaraan, kita justru dapat memetik aneka pesan bermakna sebagai didaktika hidup.
Akhirnya, bagaimana dengan kualitas praktik hidup Anda? Apakah Anda telah mempraktikkan kelima misteri filosofis keunggulan ban itu di dalam hidup Anda?
Kediri, 9 Desember 2023

