oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Kemurahan hati adalah alunan bahasa yang bisa didengar oleh si tuli dan dilihat oleh si buta.”
(Pesan Kearifan Hidup)
…
Dua Kandungan Bahasa
Saya memahami, bahwa ungkapan dari kandungan bahasa itu memiliki dua buah sisi, masing-masing, sisi nalar atau logika (ratio), dan sisi emosi alias rasa bahasa.
Sehingga aspek pemaknaan di dalam konteks tulisan ini, ialah sikap kemurahan hati adalah ekspresi makna bahasa dari konteks emosi (emotif).
Pengalaman adalah Guru Terbaik
Lewat tulisan refleksi ini, kita diajak untuk turut berpikir, berefleksi, dan bersikap bersama toko sentral “Femi Otedola,” miliarder asal Nigeria.
Mengapa tidak, jika Anda sungguh mau bersikap tulus untuk belajar memahami, bagaimana proses perjuangan batinnya, sampai beliau akhirnya menemukan arti dan makna sejati dari sebuah sukacita lewat tindakan nyata.
Jawaban yang mampu Membebaskan
Pada suatu kesempatan, beliau diwawancarai lewat telepon oleh seorang presenter radio, “Tuan, apa yang membuat Anda jadi pria yang paling bahagia di dalam hidup ini?”
Inilah jawaban paling dasyat yang ternyata sanggup membebaskan hidupnya, juga hidup dan kemanusiaan kita dari rongrongan serta nafsu untuk mengumpulkan kekayaan duniawi.
“Saya telah melewati empat (4) buah tahap kebahagiaan dalam hidup dan pada akhirnya saya mulai mengerti, apa artinya kebahagiaan sejati itu.”
- Tahap pertama: Saya sangat sibuk mengumpulkan kekayaan. Dari sana saya pun tidak merasa bahagia.
- Tahap kedua: Saya tekun mengumpulkan barang-barang berharga. Namun, saya akhirnya sadar, bahwa semua itu hanya sebuah kesementaraan.
- Tahap ketiga; Saya mendapatkan banyak proyek raksasa dan memiliki kapal terbesar di Asia dan Afrika. Namun, saya sadar, bahwa saya tidak bahagia.
- Tahap keempat: Ketika sahabat baik saya sempat menelepon, apakah saya bisa membelikan dua ratus buah kursi roda untuk para anak cacat.
Sahabat terbaik itu mengajak saya, agar bersama dia menyerahkan kursi-kursi roda itu. Apa yang saya saksikan dan alami?
Saya terkesima atas pancaran kebahagiaan yang terkesan aneh pada wajah mereka. Tampak wajah mereka terlihat sangat bahagia di atas kursi-kursi roda itu.
Di sini, di tempat anak-anak bersengsara ini hidup seadanya, saya baru merasakan sebuah sukacita sejati.
Ketika saya hendak pulang, salah seorang anak memeluk sangat erat kaki saya. Di saat saya berusaha untuk melepaskan kaki saya, maka sambil membungkuk saya berkata, “Nak, apakah kamu membutuhkan sesuatu?”
“Saya hanya ingin untuk mengingat wajah Anda, sehingga di saat kita bertemu kembali di Surga nanti, saya akan segera mengenal Anda dan sekali lagi saya akan mengucapkan terima kasih.”
(Dari Aneka Sumber)
Misteri Kemurahan Hati
Frase kemurahan hati adalah kata kunci dari tulisan reflektif ini. Karena di balik sebuah tindakan nyata sang miliarder itu, justru tersingkaplah sebuah misteri hidup.
Bahwa sejatinya, di balik sikap kemurahan hati itu, ternyata sanggup menyingkapkan sebuah misteri agung.
Betapa dasyatnya tindakan kemurahan hati itu, karena ternyata efek dari bahasa nurani berupa sebuah tindakan mulia itu mampu mencelikkan mata si buta serta membukakan telinga si tuli.
Konklusi
“Syukur dan terima kasih, ya, Sang Sumber Kebahagiaan sejati, karena lewat kisah inspiratif ini, kami boleh belajar untuk memandang sekeping wajah yang sanggup berbela rasa!”
…
Kediri, 3 Januari 2025

