Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Sungguh berbahagia, sang remaja yang mampu mengendalikan diri, tatkala dihadang prahara kehidupan.”
(Amanat Kearifan Hidup)
…
| Red-Joss.com | Riil, bahwa kita hidup di abad ke-21, di zaman keemasan teknologi โkecerdasan buatanโ AI (Artificial Intelligence).
Kini, anak dan remaja kita selaku generasi Z, hidup di bawah kendali kecanggihan teknologi.
Namun sejatinya, secanggih apa pun bola-bola liar dari kuku-kuku teknologi itu mencengkram jiwa mereka, tapi mereka tetap sebagai anak manusia. Artinya mereka itu bukan robot.
Berikut ini ditampilkan sebuah kisah heroik, tentang bagaimana jitunya sebuah pendekatan pendidikan yang dilakonkan oleh seorang Kakek (orang tua), terhadap seorang remaja, Zhang Liang.
Seorang yang bisa dididik
Suatu hari, di masa akhir Dinasti Qin, saat Zhang Liang sedang berjalan di atas jembatan, hadir pula seorang Kakek.
Kakek itu dengan sengaja menjatuhkan sepatunya ke sungai.
“Anak muda, ambilkan sepatu saya di sungai,” pinta sang Kakek.
Sejatinya Zhang Liang sangat marah karena diperintahkan dengan paksa. Namun, diambilnya juga demi kesopanan.
“Pakaikan sepatu itu ke kakiku,” perintah sang Kakek. Walau jengkel, namun remaja itu melakukan juga perintah itu.
Lalu, Kakek itu pun melenggang tanpa berterima kasih.
Namun, kemudian Kakek itu menoleh dan berkata, “Baik anak muda, kamu bisa dididik. Lima hari lagi, di saat subuh, datanglah menjumpai saya.”
Lima hari kemudian, Zhang Liang datang, namun sayang, dia terlambat. “Kamu terlambat, perjanjian ini saya batalkan. Ingat, lima hari lagi kita berjumpa di sini.”
Lima hari berikut, Zhang Liang datang lebih pagi, namun sayang, karena Kakek itu lebih dulu tiba.
Lima hari berikut, Zhang Liang pun mendahului Kakek itu.
Sang Kakek lalu menyerahkan sebuah buku sambil memuji Zhang Liang.
“Kamu, anak yang bisa dididik. Bisa kendalikan emosi, dan tidak mau menyerah. Saya sungguh kagum padamu.”
“Buku itu adalah kitab strategi berperang yang sangat berharga. Silakan dipelajari!”
Kelak, Zhang Liang pun memiliki wawasan luas dan dia diangkat menjadi penasihat Liu Bang yang menjadi kaisar pertama Dinasti Han.
(The Best of Chinese Wisdoms).
Demikian kisah sukses remaja Zhang Liang, karena kelenturan budinya.
Proses jadi manusia sukses, justru perlu diasah lewat aneka tantangan dan hambatan.
Juga, secara psikologis dibutuhkan sikap kepatuhan, kelenturan budi, dan ketaatan sejati.
Mari kita terus belajar untuk mendidik dan mengasuh generasi muda kita, lewat aneka tantangan, agar mereka dapat menjadi pribadi kokoh.
…
Kediri,ย 21ย Maretย 2024

