Dari Ajang Spirit Berliterasi
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Ars Longa, Vita Brevis”
(Hipokrates)
Ars Longa, Vita Bervis
Yang bermakna, bahwa “Seni itu panjang, namun usia hidup manusia itu ternyata sangatlah pendek.”
Ini adalah ucapan filsuf Yunani Kuno, Hipokrates (460-370 SM). Sebagai seorang dokter, dia menyadari, bahwa ternyata “proses belajar untuk jadi seorang dokter itu membutuhkan waktu yang sangat lama, dan di sisi yang lain, bahwa usia hidup manusia itu ternyata sangatlah pendek.
Vitalnya Seni dalam Hidup Manusia
Adapun tulisan ini berlatarkan sebuah ‘spirit agung di bidang berliterasi,’ yang akan menampilkan sebuah karya seni puisi. Mengapa? Saya sungguh menyadari, bahwa ternyata betapa pentingnya bidang seni di dalam mendukung jiwa hidup manusia. Bukankah, bahwa “Manusia memang membutuhkan roti, tapi juga sirkus (makanan jasmani tapi juga seni, berupa hiburan jiwa).
Misteri dan Esensi Seutas Puisi
Jika estetika itu
relung-relung mahligai suci para dewa
Maka
puisi adalah kristalisasi spirit nan suci takhta sang dewa
puisi adalah desahan nafas terdalam sang jiwa yang mengekspresikan kerinduan sang rindu
Aku pun
mulai terjaga kala mengaca pada gerbang suci nuraniku
puisi itu ekpresi murni sang jiwa
getaran-getaran melodi jiwa nan tulus
tautan hati sang cinta sejati antara manusia dan sunyi jiwa
Maka
terciptalah seutas puisi
dalam lubuk jiwa terdalam sang manusia
Fr. M. Christoforus, BHK
(Pada Sepotong Catatan)
Manusia itu Utuh dan Satu
Makhluk manusia itu bukanlah sebuah dualisme, melainkan ‘satu kesatuan yang utuh total’ antara jiwa dan raga fana. Jiwa berada di dalam badan dan di dalam badan pula jiwa itu pun bertahta.
Jadi, di dalam konteks ini, manusia itu adalah makhluk rohani dan sekaligus jasmani. Yang sifatnya utuh dan satu, tidak terpisahkan. Jika tubuh jasmani manusia membutuhkan sekerat roti gandum sebagai santapan badani, maka jiwa pun membutuhkan seutas puisi buat menghiburnya.
Di dalam ajang konteks pengembangan spirit perliterasian, khususnya dalam bidang seni puisi ini, berarti Anda tidak saja mengembangkan aspek perliterasiannya, tapi juga sebagai aktus hiburan bagi jiwa. Itulah sebuah tindakan yang menyeimbangkan antara kesejahteraan jiwa dan badan manusia.
Refleksi
Dapat disimpulkan, bahwa bidang seni itu sungguh penting bagi pertumbuhan dan pengembangan jiwa sang manusia.
Bukankah karya ‘sastra puisi’ pun adalah sebuah ekspresi tentang misteri terdalam dari relung-relung kehidupan ini?
Kediri, 28 September 2025

