| Rede-Joss.com | Entah kenapa, kalau tanggal tua dengar suara tokèk jadi emosi. Suaranya nyindir banget! Bokèèèk… bokèèk… bokèèèk …. bokèèèkkk….
Bokèk dari kata ‘broke’ artinya berada dalam kondisi secara finansial krisis atau kempès atau mbogayot (mboten gadah yotro).
Menariknya, Yesus memulai khotbah-Nya di bukit dengan kalimat yang mengagetkan murid-murid-Nya dan orang banyak yang ikut mendengar: “Berbahagialah mereka yang sadar akan kebangkrutan rohaninya!”
Dengan khotbah itu Yesus memberi harapan kepada mereka yang merasa tidak sukses atau bokek prestasi rohani: (boro-boro jadi anggota DPP, jadi Kaling pun belum, dilirik juga tidak pernah. Palingan ikut koor sebagai penggenap atau sekadar ketempatan rumahnya untuk doa atau temu lingkungan, kalau pas yang lain semua berhalangan), sehingga merasa tidak mempunyai tabungan yang cukup pantas untuk hidup nanti.
Itulah arti ‘poor in spirit’ atau ‘miskin di hadapan Allah’. Yesus tentu tidak bermaksud mengatakan “Berbahagialah orang yang mbogayot” (mboten gadah yotro), tapi yang miskin dihadapan Allah, sebab tidak memperhitungkan layanan yang dilakukan sebagai prestasi pemenuh pundi-pundi rohani. ‘Wake up!’
Salam sehat.
…
Jlitheng

