*Hidup itu harus miliki misi jelas agar masa depan keluarga terpampang nyata.” -Mas Redjo
…
Dulu, ketika menikah, berkeluarga, saya tidak menjanjikan hidup yang muluk-muluk dan ‘wow’ pada pasangan. Tapi hidup sederhana yang didasari kasih dan kesetiaan.
Dalam membina hidup berumah tangga yang bahagia itu, saya terinspirasi dan termotivasi oleh surat Santo Paulus kepada Timotius (2 Tim 4: 2), bahwa hidup Kristiani itu keteladanan yang utama. Hidup sebagai ungkapan syukur atas karunia kasih Tuhan.
Memenuhi kebutuhan keluarga itu adalah prioritas utama saya dan istri untuk membangun keluarga yang mandiri, bertanggung jawab, dan sejahtera. Kami juga mensinkronkan peraturan bersama, meski tidak ditulis dalam hal membimbing dan membesarkan anak-anak agar mereka jadi baik.
Tujuan kami dalam mendidik anak juga jelas. Bahwa kami tidak mau memanjakan anak dengan aneka kemudahan yang membuat mereka jadi malas, kolokan, dan cengeng. Kami ingin memandirikan mereka dengan semangat berjuang dan jujur pada diri sendiri, jika ingin meraih mimpi atau mencapai tujuan hidup.
Pada istri, saya mengajari berbisnis kecil-kecilan, jika ingin membeli suatu barang kebutuhan pribadi yang sesuai keinginannya.
Pada anak, kami mengajari mereka untuk menabung, jika menginginkan suatu barang. Saya mengajari anak untuk ke toko membantu melayani pembeli, dan diberi uang tambahan sebagai ongkos kerja.
Tidak hanya itu, istri yang hobi membuat kerajinan itu mengajari anak membuat mobil-mobilan dari kardus, guntingan koran, dan sebagainya. Tujuannya tidak lebih agar anak kreatif dan inovatif.
Bagi anak yang berbuat salah, saya juga tidak segan memberi hukuman yang mendidik. Sekaligus mengarahkan anak agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Keteladanan dalam keluarga itu harus dihidupi agar anggotanya saling peduli, berempati, berbela rasa, dan saling membantu satu dengan lain. Sehingga ikatan keluarga makin guyup dan rukun.
Keteladanan itu tidak dengan seribu kata nasihat, tapi dengan bukti nyata. Tujuannya, agar hubungan anggota keluarga makin erat, akrab, dan bahagia.
…
Mas Redjo

