“Aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku …” (Kis 20: 24).
Santo Paulus telah melalui perjalanan yang panjang dalam pewartaannya. Ia melalui banyak kesulitan, penganiayaan, dan pencobaan. Namun, ia tetap teguh menjalankan misinya, yakni untuk mewartakan Yesus ke seluruh dunia, agar makin banyak orang yang percaya pada Yesus dan diselamatkan.
Santo Paulus juga mengakui dengan rendah hati, bahwa semua yang dilakukannya itu bukanlah karena kehebatannya, tetapi karena kuasa penebusan Yesus di dalam dirinya, sehingga ia tidak perlu lagi mengkhawatirkan nyawanya demi Kristus. Ia mengalami banyak penderitaan, karena kasihnya kepada jiwa-jiwa malang yang perlu dibawa kepada Yesus untuk diselamatkan.
Keteguhan Paulus jadi teladan bagi kita dalam kehidupan zaman ini. Walaupun kita berhadapan dengan tawaran dan kesemarakan dunia, serta tuntutan dan tekanan hidup, kita harus tetap percaya dan bersandar pada Yesus. Kita harus senantiasa berusaha untuk melakukan kehendak Tuhan, yakni mengasihi dan menolong sesama sebagai bentuk pelayanan kita.
Sr. M. Yvonne, P. Karm
Selasa, 03 Juni 2025
Kis 20:17-27 Mzm 68:10-11.20-21 Yoh 17:1-11
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

