Minggir dulu dari keramaian menuju hening. Minggir dulu menikmati kesendirian. “Me Time.”
Dalam keheningan aku berdoa. Di tengah keheningan aku merenung. Saat semuanya selesai, aku bersyukur.
Dalam keheningan, bisa melihat sedikit hal yang berbeda di setiap perjalanan hidup. Juga melihat hal-hal yang sama, karena pernah berada dan konsisten dari hal-hal yang sudah dihidupi dan diperjuangkan.
Minggir, berarti tidak selamanya. Tapi menepi. Ambil waktu supaya bisa ‘menep’ – diam, tenang, dari sebuah rutinitas. Minggir itu berarti harus bisa terbebas dari hal-hal yang menggelisahkan.
Saat aku bisa hening, muncul nama-nama yang minta didoakan, dan langsung kudoakan. Dalam hening kurasakan kehangatan tubuh, dan kunikmati begitu saja. Dalam hening, tidak dihitung panjang pendeknya waktu, mengalir begitu saja. Dalam hening, kadang aku berbicara dengan diri sendiri, itulah momen untuk ‘bercermin’.
Akhirnya, dari keheningan menuju rutinitas. Berjalan mengikuti waktu yang terus-menerus berputar. Ada saja yang terjadi. Iramanya bisa cepat atau lambat, semua itu tergantung dari suasana hati.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

