“Banyak orang ingin jadi pahlawan kesiangan, karena mereka senang tidur di siang bolong.” -Mas Redjo
Jujur, saya tidak mau disamakan seperti mereka yang bermimpi jadi pahlawan kesiangan dan kerjanya tidur di siang bolong. Karena siang hari itu waktunya orang bekerja untuk mengais rezeki.
Saya juga tidak mau bermimpi di siang bolong agar saat terjaga mimpi itu sirna, sehingga saya gigit jari dan sakit hati.
Bagi saya, bermimpi, mempunyai impian atau cita-cita itu tidak harus setinggi bintang di langit. Tapi saya dituntut untuk berani realitis dengan status saya: sederhana, pendidikan rendah, dan miskin. Kelebihan saya adalah memiliki semangat juang tinggi dan pantang menyerah untuk memberikan yang terbaik dari hidup ini.
Saya sadar diri, untuk sukses itu tidak harus digembar gemborkan dan diproklamirkan, sehingga menimbulkan kegaduhan, heboh, dan viral! Tapi harus dinyalakan dari hati. Saya memilih bekerja dalam senyap, tapi yang bermanfaat bagi sesama.
Caranya adalah dengan menggali potensi diri, talenta dan bakat yang dimiliki serta berani mencoba hal-hal baru. Saya dituntut untuk selalu berkreasi dan berinovasi tiada henti demi mewujudkan target demi target dalam hidup saya.
Begitu pula bidang pekerjaan baru itu harus dikenali dan dipelajari dengan seksama agar kita tidak bekerja asal-asalan dan ngawur. Tapi bekerja secara ditail, terarah, dan fokus agar berhasil baik.
Langkah antisipasi itu selalu jadi perhitungan saya agar, ketika muncul masalah atau persoalan baru, saya tidak gamangan dan termehek-mehek untuk mengatasi serta menyelesaikannya.
Biasakan untuk menyermati bidang pekerjaan baru itu dengan pikiran jernih dan langkah antisipasif agar kita tidak jadi pahlawan kesiangan, dan tengsin!
Mas Redjo

