Oleh : Edo/Rio, Scj
“Orang baik mempunyai masa lalu, orang jahat mempunyai harapan dan masa depan.” – Rio, Scj
| Red-Joss.com | Siapa sih yang tidak ingin jadi orang baik? Semua orang tentu bisa dan ingin. Tapi tidak semua orang mau jadi orang baik. Kadang kebaikan itu hanya di luarnya. Kamuflase. Tampilannya menggoda, tapi dalamnya penuh racun. Kadang kebaikan menurut ukuran manusia, banyak yang lupa, bahwa ukuran sempurna kebaikan itu dari Sang Pencipta. Meski begitu tetaplah menebar kebaikan dan jadilah orang baik.
Saat kebaikan itu tidak ditanggapi, dicuwekin, atau dibalas dengan penghianatan atau kejahatan. Tetaplah berbuat baik. Tetaplah menjadi orang baik.
Orang baik itu mempunyai masa lalu, orang jahat mempunyai masa depan. Tapi sadarlah, bahwa kita pernah salah, berdosa, dan pernah berbuat jahat. Tapi kadang lupa, seolah kita paling baik dan sempurna, sehingga dengan mudah kita menghakimi, mencemooh, merendahkan, dan menghina sesama. Kita juga mudah menilai, dan membicarakan kejelekan orang lain.
Tuhan selalu memberi kesempatan, peluang, untuk kita menjadi lebih baik. Tuhan tidak menghina, merendahkan, dan menghakimi kita. Justru Tuhan membuka tangannya untuk orang berdosa.
Bila kita saat ini sadar diri tidak sempurna dan penuh noda dosa, yakinlah masih ada harapan. Tuhan senantiasa memberi kesempatan agar tidak kita sia-siakan. Ingatlah Tuhan tidak menolak orang berdosa yang bertobat, tapi yang Tuhan tolak adalah dosa.
Selusuh apa pun hidup kita, sekumal apa pun jiwa ini, seberat, sebesar dan sebanyak apa pun dosa kita, bila kita bertobat Tuhan mengulurkan tangan-Nya untuk memeluk kita. Kasih dan cinta Tuhan lebih besar dari dosa kita. Karena kita berharga di hadapan Tuhan.
Deo gratias.
Edo/Rio, Scj

