“Hormatilah Tuhan bukan hanya dengan aturan, melainkan dengan hati yang penuh belas kasih.”
Bapa Surgawi adalah Allah yang melihat, yang mendengar, dan yang menyelamatkan, seperti ketika Ia melihat penderitaan umat-Nya di Mesir dan bertindak dengan kuasa serta belas kasih. Melalui Musa, Ia menunjukkan, bahwa bukanlah pemberi hukum yang jauh, melainkan Allah yang digerakkan oleh jeritan orang tertindas dan orang yang setia.
Dalam diri Yesus Putra-Nya, belas kasih Ilahi itu jadi nyata. Dalam Injil hari ini, Yesus menunjukkan, bahwa Ia bukan sekadar pengajar hukum, tetapi Tuhan atas hari Sabat, Dia yang memberi keteduhan, yang menggenapi dan melampaui hukum Taurat. Ia melampaui struktur yang kaku, bukan untuk menghapusnya, melainkan untuk memulihkan tujuan aslinya: kasih, penyembuhan, dan belas kasih.
Tuhan, begitu mudah bagi kami untuk berpegang teguh pada aturan, namun melupakan maksudnya. Seperti orang Farisi, kami terkadang lebih terpaut pada tradisi daripada transformasi, lebih suka menghakimi daripada membiarkan kasih-Mu bekerja dengan lembut. Tapi Putra-Mu mengajarkan kami: “Yang Kukehendaki ialah belas kasih, bukan kurban.” Suatu pewahyuan besar, bahwa kerahiman bukan sekadar pilihan tambahan, melainkan inti dari hati-Mu.
Ya, Bapa bukalah hati kami seperti Engkau membuka Laut Teberau bagi Musa. Jadikanlah kami umat yang menghormati hari Tuhan bukan dengan rasa benar sendiri, tapi dengan hormat, syukur, dan kebaikan. Tolong kami agar melihat sesama dengan kacamata belas kasih, bukan dengan ukuran ketaatan.
Ajarlah kami mengingat, bahwa setiap tindakan kasih adalah cara terbaik merayakan Sabat, jauh lebih dari sekadar aturan lahiriah. Jangan biarkan kami menggunakan aturan untuk menilai sesama, tapi jadikan kami saluran kasih-Mu yang membebaskan.
Terima kasih Tuhan, untuk belas kasih-Mu yang memberi masa depan bagi orang berdosa. Kini, mampukan kami jadi pembawa belas kasih itu bagi sesama, dengan sukacita dan tanpa menghakimi.
Kami berdoa dalam Nama Tersuci Yesus Kristus, Tuhan atas hari Sabat. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

