Layaknya sebuah bejana tua yang retak, kami tidak lagi utuh kendati ingin migunani
Migunani itu tidak berarti harus utuh. Artinya, dalam kondisi retak adalah bentuk keberanian tertinggi. Kami tidak lagi memberi dari ‘kelebihan’, tapi memberi dari ‘kedalaman’.
Saat kami berhenti berusaha untuk jadi sempurna, di situlah kami jadi sangat nyata bagi orang lain, bahwa ‘hidup tetap urup’.
Di penghujung puasa ini, yang sampai kepada-Nya itu bukan seberapa kuat, melainkan seberapa dalam kami berserah.
Berkah Dalem.
Jlitheng

