Akhirnya, kita berada di garis akhir tahun 2024. Lalu berganti hari menuju tahun 2025.
Apakah kamu hendak langsung melangkah? Tunggu dulu! Meskipun hanya selangkah, kita harus bersabar.
Saatnya kita berhenti sejenak untuk merenung:
Pertama: Kita dengarkan sabda-Nya, “The Word was made flesh and dwelt among us” (John 1:14).
Sabda Tuhan ini sangat penting, karena kita harus menjaganya hingga garis terakhir dari kehidupan kita di dunia ini.
Lihatlah …
“Sabda telah menjadi Manusia dan tinggal di tengah kita.”
Kehadiran Tuhan yang mengagumkan. Dia jadi dekat, bahkan sangat dekat. Karena itu kita diajak untuk selalu dekat dengan-Nya: untuk bersyukur, berbagi berkat-Nya, dan memaknai hidup kita dalam doa. Sehingga yang dekat dengan-Nya merasakan kerekatan yang berujung pada titik akhir, yaitu keselamatan.
Tahun 2025 kita harus lebih rajin membaca Kitab Suci.
Kedua: Kita menyiapkan untuk membuat resolusi tahun 2025.
Kira-kira apa yang hendak dicapai di tahun 2025. Apakah akan ada kejutan? Siapkan resolusimu itu dengan saksama.
Ketiga: Apakah yang sudah dipersiapkan untuk perayaan Tahun Baru malam ini:
- Memberikan Ucapan Tahun Baru.
- Memberi “hadiah Tahun Baru”.
- Doa Syukur.
- Hadir dalam Perayaan Ekaristi.
- Pesta. Jaga kondisi tubuh dan jiwamu dengan baik, jangan sampai terlalu lelah. Memasuki tahun baru, tubuhmu harus bugar dan segar, jangan sampai wajahmu lesu karena kurang tidur.
Akhirnya …
“Selamat Tahun Baru 2025”
We are given another year to celebrate life. What are we going to do with the next 52 weeks?
Here is my suggestion: Make a list of the 52 things you want to do this year, anything your heart desires.
Mari lanjutkan persahabatan kita dengan semarak sukacita dan bahagia di Tahun 2025.
…
Macau, 31 Desember 2024
Rm. Petrus Santoso SCJ

