Penampakan Tuhan kepada tiga orang Majus dari Timur yang kita rayakan hari ini mengingatkan kita akan ciri universal dari keselamatan. Sejak awal, orang-orang yang datang kepada Yesus bukanlah orang-orang Yahudi yang harusnya bergembira, karena kelahiran Sang Mesias. Melainkan mereka yang datang itu justru para pembesar dari Timur, bahkan juga para gembala yang dianggap sederhana dan tidak begitu diperhitungkan di kalangan Yahudi.
Dengan demikian, tepatlah seruan Nabi Yesaya, “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu dan raja-raja menyongsong cahaya yang terbit bagimu.” Demikian juga seruan Rasul Paulus kepada jemaatnya di Efesus. Ia menegaskan, bahwa keselamatan dinyatakan kepada bangsa-bangsa lain: “Berkat pewartaan Injil, orang-orang bukan Yahudi turut jadi ahli waris, anggota-anggota tubuh, dan peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus.”
Pesan penting bagi kita, bahwa Yesus yang lahir adalah Mesias, anak Allah yang menyelamatkan semua bangsa. Seperti orang-orang Majus itu, kita mesti antusias mencari dan menjumpai Yesus dalam hidup ini. Kita datang kepada-Nya tanpa perlu mempersoalkan jabatan dan kehormatan yang membatasi niat dan antusiasme untuk mendekati-Nya.
Kita juga harus belajar mengakui dan menerima setiap orang dari pelbagai latar belakang yang berbeda. Kita diingatkan untuk gigih mempersembahkan diri kepada Tuhan, tanpa melakukan diskriminasi terhadap kelompok lain. Tugas kita adalah merangkul dan selalu bersikap terbuka kepada siapa pun yang mendambakan keselamatan dan membutuhkan bantuan kita.
“Ya, Tuhan, penuhilah hati kami dengan Roh-Mu agar kami selalu bersemangat untuk mempersembahkan diri kami bagi pelayanan di tengah umat-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

