“Mereka merasa mengenal Yesus, tapi tidak mengenal Bapa. Tuhan, bukalah hati kami untuk sungguh mengenal-Mu.”
Allah yang Maharahim, kami datang kepada-Mu dengan kerinduan sederhana, agar kami semakin mengenal Engkau, dan mengenal Yesus bukan hanya dengan pikiran, melainkan dengan hati.
Dalam Injil, banyak orang merasa tahu siapa itu Yesus. Mereka melihat asal-usul-Nya, kemanusiaan-Nya, tapi gagal melihat, bahwa Dia adalah Putra-Mu yang diutus, karena kasih.
Bapa, sering kali kami juga seperti itu, merasa sudah mengenal Yesus, tapi sebenarnya belum sungguh menyerahkan hidup ini kepada-Nya.
Engkau tahu ketakutan, kekhawatiran, dan pergumulan yang kami bawa. Seperti Yesus yang menghadapi ancaman, kami sering merasa tidak aman dan tidak pasti. Tapi Engkau mengingatkan kami: segala sesuatu ada dalam waktu-Mu, dan tidak ada yang lepas dari tangan kasih-Mu.
Putra-Mu melangkah bukan dengan ketakutan, melainkan dengan kepercayaan penuh kepada-Mu. Ajarlah kami hidup seperti itu, Bapa: percaya saat kami tidak mengerti, berharap saat tidak melihat, dan tetap mengasihi walaupun itu tidak mudah.
Firman-Mu berkata, Engkau dekat dengan orang yang remuk hati. Kami pun datang apa adanya. Tariklah kami lebih dalam: masuk dalam iman, kepercayaan, dan dalam kasih kepada-Mu.
Yesus, Engkau dikejar, disalahpahami, bahkan ditolak, tapi Engkau tetap mengasihi kami. Ajarlah kami mengasihi-Mu dengan seluruh hidup kami.
Bapa, kami percaya kepada-Mu.
Yesus, Engkaulah Andalanku . Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

