Oleh : Rio, Scj.
“Forgiveness is the best revenge.”
|Red-Joss.com| Sampah dan limbah selalu jadi masalah. Tidak di kota atau di desa. Meski sampah jadi masalah, tapi hanya segelintir dari kita yang peduli, apalagi punya kesadaran diri. Yang ada itu hanya mencari salah dan marah-marah.
Hidup kita pun sebenarnya berceceran sampah. Kelihatan bersih, tapi banyak salah. Kelihatan diam, tapi menyimpan dendam. Kelihatan sabar, tapi mudah terbakar. Kelihatan baik, tapi munafik. Kelihatan ganteng dan cantik, tapi suka gosip. Kelihatan bersih, tapi kotor. Kelihatan suci, tapi dosa merah seperti kimirzi.
Meski lusuh, kotor, dan penuh dosa, kita tetap istimewa dan berharga. Sesungguhnya, Allah yang membuat kita jadi istimewa dan berharga. Sang Pencipta tidak hanya membersihkan yang kotor dalam diri kita, tapi Dia membuat hati kita seperti Dia. Menerima dengan cinta setiap kemarahan, penolakan, kebencian, cacian, nyinyiran, dan komentar.
Mengampuni dan mendoakan yang bersalah kepada diri. Hati tulus mengampuni mereka yang memusuhi. Mencintai seperti Tuhan mencintai.
Meski semua itu tidak mudah, tapi tidak berarti mustahil. Ubah dari yang mustahil itu menjadi nyata. Ingat hal buruk yang kita alami dampaknya hanya 10%. 90% sisanya bergantung respon dan sikap. Ambil yang baik, buang sampahnya. Itulah misteri cinta dan mengasihi.
Deo gratias.
Edo/Rio, Scj

