| Red-Joss.com | Berbeda dengan sikap lemah lembut. Perpaduan dari keberanian, jiwa berkorban, murah hati, rendah hati, bijak dan cerdik, ada perilaku yang disebut humble bragging. Bahasa gaulnya adalah merendah untuk merokèt.
Mengapa orang melakukan ‘humble bragging?’
Sebuah studi yg diterbitkan oleh Journal of Personality and Social Psychology mengatakan, bahwa ‘humble bragging’ dilakukan untuk membuat orang lain terkesan.
Beberapa orang sering merendah untuk meroket agar gambaran tentang dirinya meningkat. Dengan dibalut ucapan yang rendah hati, orang-orang di sekitar akan memandang orang itu sebagai pribadi yang membuat decak kagum.
Alih-alih mendapat simpati, perilaku ‘humble bragging’ atau merendah untuk meroket malah membuat dijauhi oleh banyak orang. Sebab orang lain dapat merasakan ada yang terselubung.
Contoh ‘humble bragging’:
(1) “Duh, sebel banget. Berat badanku lagi turun, nih. Baju jadi longgar dan nggak ada yang muat, deh!”
(2) “Sumpah, males lihat muka sendiri sering nongol di TV!”
(3) “Kok, kulitku bisa mulus dan nggak jerawatan, ya? Padahal aku nggak pakai skincare apa pun, lho.”
Kalimat (1) menjelaskan, bahwa orang itu menunjukkan ia berhasil diet atau berhasil mempunyai berat badan idaman.
Kalimat (2) menjelaskan, bahwa seseorang ingin menunjukkan ia terkenal dan sering tampil di TV.
Kalimat (3) menunjukkan ia cantik atau tampan tanpa perlu bersusah payah merawat diri.
Dalam penghayatan hidup beragama ada banyak contoh yang berpotensi sebagai ‘humble bragging’.
Apakah kita termasuk orang yang merendah untuk meroket?!
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

