| Red-Joss.com | “Telingaku ndak salah dengar ni,” ledek sobat kental saya, TK, setelah mendengar proyek idealis itu.
Menurut TK, proyek pelayanan saya menulis di web itu dianggap proyek rugi, baik waktu, tenaga, dan materi. Selain tidak tepat sasaran, proyek itu tidak menghasilkan uang, karena nombok, bahkan mengeluarkan uang yang tidak sedikit.
Berbeda pandangan dengan saya. Bagi saya proyek pelayanan atau idealis itu sesungguhnya proyek mercusuar. Meski saat ini terangnya bagai lilin, tapi mampu menerangi jalan dan berguna bagi orang lain.
TK tidak tahu. Berbagi motivasi dan inspirasi itu terlalu naif, jika dinilai dari materi. Karena dalam menulis dan berbagi itu saya menemukan kembali diri saya yang hilang, dan hati ini menjadi damai.
Tidak hanya itu, setiap hari saya dikirimi artikel oleh beberapa sahabat yang memiliki semangat merasul dan semisi untuk berbagi. Di antaranya beberapa Pastor dan aktivis gereja.
Saya juga dipacu untuk disiplin dan rajin menulis di sela waktu untuk keluarga, berbisnis, aktivitas lain, dan mengelola web.
Jujur dan saya sungguh beruntung, dengan mengelola web membuat saya temukan kedekatan dengan Sang Pencipta. Saya semakin rajin membaca KS, buku renungan, dan berkontemplasi doa.
Web itu sungguh mengubah hidup saya, karena hubungan keluarga tampak harmonis dan bahagia.
Ternyata bahagia itu sederhana, ketika kita berani meninggalkan ego kita untuk sesama. Bahagia yang tidak didasari materi, tapi semangat melayani untuk menghadirkan wajah Allah dalam hidup keseharian.
Berkah Dalem,
…
Mas Redjo

