Sebagai warga negara Indonesia, kita perlu bersyukur telah dianugerahi Allah sebuah kemerdekaan. Dengan hidup dalam kemerdekaan, kita dapat hidup damai, tanpa takut ditindas, dan dapat maju serta berkembang sesuai dengan panggilan hidup kita masing-masing.
Faktanya merawat kemerdekaan itu tidak mudah. Mempertahankan kemerdekaan itu membutuhkan perjuangan dan selalu waspada terhadap gangguan dari luar maupun dari dalam yang dapat merusak kesatuan bangsa kita.
Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita perlu mernbangun kesadaran untuk mengingat dan memaknai kembali semangat para pendiri bangsa saat memperjuangkan, mempersiapkan, dan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Kemerdekaan itu pertama-tama adalah sebuah anugerah dari Allah. Namun, dengan kemerdekaan tidak berarti, bahwa kita boleh melakukan apa pun yang diinginkan. Akhir-akhir ini, tidak sedikit orang yang justru menyalahgunakan kemerdekaan untuk tindakan yang tidak terpuji dan memalukan.
Sebagai murid Kristus, kita hendaknya merenungkan, apakah kita hidup sesuai dengan panggilan kita untuk mempertahankan kemerdekaan sejati, ketika semua orang ingin menyalahgunakan kemerdekaan? Sebab penyalahgunaan kemerdekaan tidak hanya menyinggung martabat manusia, tapi juga Allah Yang Maha Kuasa. Sebagai umat beriman, kita perlu memaknai kemerdekaan sejati sebagai fondasi untuk semakin setia dalam menjalankan kehendak dan hukum Tuhan.
Sebagaimana Yesus menganjurkan untuk membayar pajak kepada kaisar, karena memang itu hak kaisar. Sebagai warga negara Indonesia, kita pun harus memiliki kontribusi dan sumbangsih yang nyata kepada negara. Setiap pribadi itu bertanggung jawab atas keberlangsungan bangsa ini. Jika bangsa ini selalu hidup dalam kemerdekaan, kesejahteraan, dan kedamaian, sebagai umat beriman, kita pun akan berkembang dalam keberimanan terhadap Allah.
Tuhan, terangilah kami supaya mampu menggunakan kemerdekaan kami untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi bangsa kami tercinta. Amin.
Ziarah Batin

