| Red-Joss.com | Kemeriahan HUT RI ke 79 dipuncaki oleh kenaikan ‘Maria Bunda Segala Suku’ dengan kiblat upaya merajut kebersamaan sesama anak bangsa dengan ikatan Bhinneka Tunggal Ika, yang secara rohani ditali oleh butir-butir tasbeh Merah Putih.
Ada wasiat penting yang ingin diperbaharui lewat peristiwa kenaikan Maria ke Surga dan kemerdekaan rakyat Indonesia. Apa itu?
Takkan lama lagi Lurah lama diganti baru, Dewan Rakyat lama diganti baru, demikian juga mereka yang sekarang ketua atau sekretaris atau apapun fungsi yang membantu Lurah, entah pusat atau ‘grass root’. Wasiatnya tentang proses!
Panitia pemilihan Kaling sudah sebulan lebih bekerja. Sudah menetapkan 5 (lima) balon Kaling, dengan detail sebagai berikut :
- S3 – pinter, profesi teruji
- S2 – anggota partai, aktif
- S1 – pendidik, bijaksana
- D3 – rajin, pandai bicara
- D1 – pendiam, Koster
Seminggu setelah temu debat bacalon terlaksana dengan meriah, gambar setiap kandidat sudah sangat benderang. Pemilihan dilakukan dengan motto “vox populi vox Dei’, maka siapa pun yang terpilih, itulah kehendak dan sekaligus harapan rakyat. Hasilnya … sangat di luar bayangan, termasuk bayangan panitia. Kaling terpilih adalah kandidat nomer 5 : D1, tak banyak omong, pernah jadi Koster.
Penasaran dengan hasil, panitia melakukan survey, dan… hasilnya 100% menjawab semua sama dengan error 0%.
Jawabnya adalah: kandidat no 5 adalah pribadi rendah hati. Karenanya sebagai Kaling dia pasti (1) dekat dengan rakyat,
(2) mau mengerti persoalan dan kebutuhan rakyat,
(3) mau sungguh bersama rakyat untuk bersama mencari jalan ke luar,
(4) menyimpan semua hal yang tak menguntungkan rakyat, dan
(5) dia akan mengabdi rakyat tanpa harap apa pun termasuk matur nuwun, seperti selama ini dia bertugas sebagai Koster.
Itulah wasiatnya ‘Lurah ala Bunda Maria’ adalah Lurah yang rendah hati.
Selamat bertugas untuk Lurah dan Kaling baru dengan jiwa ‘vox populi vox Dei’, selaras kata dan perbuatan.
Salam sehat dan bahagia.
…
Jlitheng

