Ketika ditanya oleh Yesus, kita tidak sekadar memberikan jawaban yang spontan. Jawaban yang kita berikan itu berdasarkan tiga (3) hal penting: pengetahuan, iman, dan pengalaman. Mengapa?
- Berdasarkan pengetahuan, karena selama ini kita terus belajar untuk mengenal-Nya dengan lebih dalam. Dengan membaca banyak buku agar kita mempunyai pengetahuan yang cukup, ketika ditanya oleh orang lain saat diminta menjelaskan, “Siapakah Yesus itu?”
- Berdasarkan iman, karena berhubungan dengan sikap percaya. Kita dibaptis bayi atau dewasa itu tidak dipermasalahkan dalam hal ini. Selanjutnya, yang penting itu kita jadi sadar, bahwa saya dan anda percaya kepada Yesus, Sang Penyelamat. Baptisan yang telah kita terima itu jadi tanda kekal yang tidak terhapuskan.
- Berdasarkan pengalaman, karena masing-masing dari kita mempunyai pengalaman yang unik bersama dengan Tuhan Yesus. Seperti yang kita ketahui, berani bersaksi, karena kita mau membagikan pengalaman iman agar banyak orang yang terinspirasi, termotivasi, dan dikuatkan oleh pengalaman-pengalaman itu.
“Menurut kamu, siapakah Aku ini?”
Pertanyaan Yesus makin jelas agar kita tidak sekadar mengandalkan jawaban Petrus, Sang Batu Karang itu. Tapi juga harus berasal dari jawaban pribadi sebagai murid Tuhan Yesus. Kita menggunakan pengetahuan, iman dan pengalamanmu pribadi untuk menjawabnya.
Jika belum yakin, kita belajar lagi agar tambah kuatkan iman kita. Juga kita dituntut untuk sering berintimasi bersama dengan Tuhan Yesus dalam doa, meditasi dan kontemplasi dengan membaca dan merenungkan sabda-Nya setiap hari. Sehingga kita mengenal Tuhan Yesus makin akrab dan dekat. Amin.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

