Calon Mantu โ 27 | Oleh Mas Redjo
Red-Joss.com | Saya meluruskan kaki di kursi panjang. Pandangan saya tertuju pada teve yang tengah menyiarkan kpk berhasil menangkap tangan anggota dprd yang terlibat korupsi reklamasi pantai.
In mengamati saya yang bersikap tak acuh itu.
“Mas seperti nggak senangโฆ,” pancing In.
“Sok tahu!”
“Habis Mas cuek.”
“Apa harus jingkrak-jingkrak sambil teriak: hore!?” gurau saya dengan mimik lucu.
“Ya, nggak begitu.”
“Lalu?”
“Mas tidak menanggapi.”
“Untuk apa?”
“Bagas anak kitaโฆ”
“Lalu? Kasih komentar pacarannya. Kayak selebritisโฆ”
“Mas kok ketusโฆ!”
“Lho, lho! Apalagi ini.”
“Harusnya Mas senang.”
“Soal apa? Bagas dan Dini baikan lagi โฆ? Sudah pasti?!”
“Ya, Dini datang. Sebenarnya ia baik.”
“Lalu? Kau sudah nanya? Apakah itu suatu jaminanโฆ”
“Dari gelagat Dini. Gerak gerik, bicaranyaโฆ”
“Bahasa tubuhnya? Saya kok tidak yakin.”
“Mas seperti nggak sukaโฆ,” selidik In.
“Bukan suka atau tidak suka. Seharusnya Dini tidak menghilang seperti itu. Masalahnya itu datang dari orangtuanya. Ia harus belajar untuk mengatasi. Jangan ngomong, Dini tidak ke rumah, karena takut memberi harapan palsu. Siapa yang mengharapkan dia jadi menantu? Jika mereka bubaran, lebih baik, ya berteman. Mereka sudah dewasa.”
Selanjutnya baca di Calon Mantu โ 27 | Menunggu Bukti Cinta Din

