| Red-Joss.com | Setiap minggu ke Gereja selalu ada pengumuman, akan menikah si X anak Y dari lingkungan F dengan S anak P dari lingkungan O. “Jika mengetahui ada halangan, lapor ke Romo paroki.” Formalitas… kenal juga tidak, tahu juga tidak.
Fenomena lain. Mengapa anak muda sekarang cenderung memilih untuk menunda atau tidak menikah?
Fokus Karier: Banyak anak muda lebih memilih pendidikan dan karier sebelum mikir pernikahan. Mereka merasa perlu stabil dulu secara finansial dan profesional.
Perubahan Norma Sosial: Ada perubahan pandangan masyarakat terhadap pernikahan. Banyak orang yang melihat, bahwa menikah itu tidak harus, melainkan pilihan yang bisa ditunda atau bahkan dihindari.
Ketidakpastian Ekonomi: Situasi ekonomi yang tidak stabil membuat anak muda ragu mengambil langkah besar seperti menikah. Mungkin merasa tidak siap untuk tanggung jawab yang datang dengan pernikahan dan membesarkan anak.
Pengalaman Buruk: Trauma. Melihat perceraian atau hubungan tidak sehat di sekitar mereka membuat anak muda skeptis tentang institusi pernikahan. Bahkan ada yang menyesel sudah nikah, dan tidak mau mempunyai anak. Duh!
Mengundang anak muda untuk ‘mencintai hidup berkeluarga’ akan jadi topik seminar yang menarik melengkapi “Seminar Psikogenetik” yang lalu. Mungkin juga mendesak. Kalau bukan kita, siapa lagi?
Ayo, SKK dan SKKS, do it again.
Salam sehat.
…
Jlitheng

