“Mengulang-ulang suatu hal yang sama itu kadang menjemukan dan membosankan. Tapi menulis ulang perjalanan hidup itu mencerahkan hati dan hikmat-Nya.” -Mas Redjo
…
Resep saya untuk melakukan suatu hal yang sama agar tidak bosan itu adalah mudah bersyukur untuk memaknainya. Karena saya masih diberi kesempatan dan dianugerahi hidup ini.
Ketika menulis fiksi menggunakan mesin ketik manual, saya sering kali menghapus huruf, kata atau kalimat yang salah itu menggunakan tipe-x untuk diperbaiki. Tapi meninggalkan noda kotor.
Pelajaran penting dari mengetik secara manual adalah agar saya senantiasa berpikir dulu sebelum berbicara atau bertindak agar tidak mempermalukan diri sendiri, meski dapat diralat belakangan.
Saya juga dapat mengakui dosa dan kesalahan di hadapan Romo untuk memperoleh ‘abolisi rohani’. Syarat utamanya adalah agar kita tidak berbuat dosa lagi.
Jalan pertobatan untuk hidup baik dan makin baik itu yang saya jalani sekarang ini. Hal yang tidak mudah, tapi saya dituntut komitmen untuk mengendalikan dan sadar diri agar berubah dan memperbaikinya, karena dikasihi Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
Mengulang-ulang kesalahan yang sama itu konyol, jika dalam hal dosa berarti bakal celaka, sengsara, dan menderita untuk selama-lamanya.
Dengan memperoleh abolisi rohani, saya menuliskan kisah perjalanan hidup yang berhikmat. Saya tidak jenuh atau bosan, karena saya hidupi dengan hikmat-Nya.
Sejatinya dalam hidup ini, kita diuji untuk makin rendah hati agar kita taat dan setia untuk melaksanakan kehendak-Nya.
Tuhan memberkati.
…
Mas Redjo

