| Red-Joss.com | Tulisan ini secara khusus saya dedikasikan untuk umat Katolik Sanberna, baik yang telah tiada, masih ada, dan akan ada. Sebagai ucapan terima kasih, karena telah boleh berjalan bersama, sebagai anggota Paguyuban Sanberna selama 30 tahun lebih. Saya diterima apa adanya dan dilibatkan sebisanya, ikut mewarnai perjalanan bersama sebagai saudara.
Saya percaya umat adalah satu-satunya alasan bagi Allah memberi izin berdirinya gereja di Pinang Sudimara ini. Seperti Israel, Nabi, Imam, dan Raja ada demi bangsa pilihan itu. Mereka tidak bisa ada demi dirinya sendiri.
Karena begitu besar cinta-Nya pada umat, Allah relakan Putera-Nya yang Tunggal, Yesus Kristus untuk kita… dan memberikan izin mendirikan gedung gereja sebagai Bait Suci bagi-Nya.
Dengan begitu, tidak pas, jika ada yang mengatakan: “tidak ada saya tak ada gereja ini” (walau di hati). Fisik mungkin, tapi sebagai Bait Suci itu tak mungkin.
Sudah bersyukur, bahwa Allah mau memakai kita jadi rekan kerja-Nya untuk beli tanah, cari IMB, cari Dana, membuat disain, mengurus konstruksi, gerakkan kontribusi umat, mendukung doa, mengamen, dan sebagainya.
Lebih baik, jika tidak satu pun kita bermegah, karena seperti bunyi homili Bapa Kardinal, bahwa gereja ini bukan mewah, melainkan agung, sesuai dgn tujuannya, menolong umat makin melihat Tuhan hadir.
Maka, apa pun jabatannya, jangan sampai menghalangi umat untuk melihat wajah Allah. Eling yo!
Gedung gereja seharusnya benar-benar bermutu, baik secara fisik, tapi terutama berkualitas fungsinya. Harus jadi media membangun:
- (1) Relasi horizontal (antar umat maupun masyarakat)
- (2) Relasi vertikal (antara manusia dengan Tuhan, secara pribadi ataupun komunal ). Untuk itu perlu dibangun paguyuban dialogis yang dinamis , kreatif, dan terbuka; saling mendengarkan dan saling pengertian.
- (3) Gereja mandiri dan terbuka. Mandiri dalam arti hidup dalam persaudaraan sejati, saling melayani dan menopang, saling melengkapi dan mengisi. Terbuka dalam arti harus membuka isolasi ketertutupan dan terbuka terhadap kenyataan kehidupan bermasyarakat.
- (4) Relasi yang baik dengan Gereja dan agama lain yang ada dalan dialog dan karya.
Hakikat meretas jalan menuju Sanberna Baru mengandung arti, bahwa Sanberna Baru akan lahir pada, ketika kita sanggup mewujudkan 4 poin itu.
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

