“Demikian juga kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan” (Mat 23: 28).
Tampil baik di hadapan orang lain itu yang utama dan penting. Karena kita dapat menjadi teladan bagi mereka. Tapi Yesus dengan tegas memperingatkan ahli Taurat dan orang-orang Farisi atas sikap mereka yang tampaknya baik di luar, tapi ternyata hatinya penuh kemunafikan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga harus tampil baik di mata orang lain. Namun tidak hanya dilihat dari penampilan luar, tapi juga harus dibarengi hati yang bersih, murni, dan tulus di hadapan Tuhan. Jika hati kita penuh kepalsuan, maka segala sesuatu yang kita tunjukkan itu sekadar sandiwara, berkamuflase. Kemunafikan itu membuat kita hidup dalam kebohongan, terhadap diri sendiri dan sesama.
St. Theresia dari Liseux mengajarkan cinta kasih yang tersembunyi dan sederhana tanpa mencari pujian dari orang lain. Demikian juga St. Monika yang memberikan teladan keselarasan antara penampilan luar dan sikap batin di hadapan Tuhan.
Tuhan menghendaki hidup dalam kejujuran dan ketulusan, baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan dari pada sekadar baik dalam pandangan dan penilaian orang lain.
Mari kita bertanya pada diri kita sendiri: “Apakah hidupku sudah berkenan di hadapan Tuhan?”
Sr. M. Elsya, P. Karm
Rabu, 27 Agustus 2025
1 Tes 2:9-13 Mzm 139: 7-12 Mat 23: 27-32
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

