Menjawab keraguan itu dibutuhkan sebuah proses.
Pertama: dilihat.
Kedua: diberi kesempatan.
Ketiga: diberi peluang lagi. Keempat: diberi tanggung jawab. Kelima: dipercaya.
Akhirnya, dinyatakan bisa.
Menjawab keraguan itu dijawab dengan ketekunan, kerja keras, dan prestasi.
Pertama: diterima.
Kedua: disiapkan.
Ketiga: dilakukan dengan baik. Keempat: terus ditingkatkan.
Kelima: dilakukan dengan percaya diri.
Akhirnya, kita benar-benar puas dan bangga.
Menjawab keraguan itu tidak bisa dilakukan seenaknya saja, pasti kesempatan yang diberikan kepadamu sekali saja, setelah itu tidak ada lagi kesempatan.
Menjawab keraguan itu tidak bisa ditanggapi dengan emosional atau kemarahan, karena merasa disepelekan. Tapi dibuktikan! Ketenangan hati itu harus dijaga. Ingat, pengalaman telah memberikan banyak pelajaran, bahwa di kesempatan sebelumnya aku, kamu, kita bisa, maka yang berikutnya pasti bisa. Kita harus lebih siap dan percaya diri.
Menjawab keraguan itu satu-satunya jalan adalah dibuktikan. Tidak ada cara lain. Setelah pembuktian, lalu dievaluasi oleh diri sendiri dan orang lain.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

