“Taat itu menjalani yang dititahkan dengan hormat dan rendah hati.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Diam itu tidak membantah, sambat, atau mengeluh. Karena ketaatan itu anugerah Tuhan. Bahkan, meskipun kita diutus-Nya ke tengah-tengah Serigala (Matius 10: 16).
Kesiap-sediaan hati untuk melayani Tuhan dan sesama itu harga mati yang harus dihidupi dengan penuh sukacita.
Karena percaya dan mengimani Tuhan, saya belajar peka untuk mendengarkan dan mentaati suara hati, suara-Nya yang yang jernih dan menyegarkan jiwa.
Sebagai anak, jika kita menurut dan taat pada orangtua, tentu mereka bahagia. Apalagi, jika kita taat pada Tuhan.
Tidak ada orangtua, jika anaknya itu meminta roti, maka memberi batu kepadanya (Matius 7: 9).
Apalagi Tuhan yang Maha Baik. Bahkan, ketika kita diutus-Nya, Dia akan menyertai kita hingga akhir zaman.
Begitu pula saat saya memutuskan untuk berbagi hal baik dan positif. Alasannya sederhana, jika berpikir, berbicara, dan berperilaku yang didasari kemanusiaan itu hal biasa. Saatnya hidup kita diarahkan dan fokus, tidak kepada hal-hal duniawi, tapi surgawi. Karena dosa kita telah ditebus-Nya dan diselamatkan-Nya.
Jalan ketaatan kepada Tuhan itu harus dirintis, dijalani, dan dihidupi sepanjang hidup kita.
Taat dan setia kepada Tuhan, karena kita percaya, mengimani, dan milik-Nya.
…
Mas Redjo

