Tuhan Yesus mengibaratkan iman seperti lampu pelita yang harus diperhatikan oleh pelayan rumah untuk tetap menyala sampai Tuan rumah tiba. Minyaknya tidak boleh habis. Lampu juga mesti terhindar dari terpaan angin agar tidak mati. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati Tuannya berjaga-jaga, ketika ia datang.
Beragam upaya perlu dilakukan oleh setiap umat beriman agar pelita imannya tetap menyala dan kerinduan hati untuk bertemu Tuhan tidak pernah padam. Kita perlu membangun kekuatan dari dalam diri, seperti berdoa, merenungkan sabda Tuhan, berpuasa, dan berbagi kasih. Hal-hal seperti ini perlu kita lakukan secara rutin. Kita juga perlu membentengi diri kita dari terpaan arus dunia yang menggoda dengan bersekutu dalam keluarga, komunitas, lingkungan, masyarakat, dan Gereja.
“Bapa Yang Maha Baik, bantulah kami untuk memelihara iman melalui berbagai aktivitas hidup rohani setiap hari. Semoga hati kami senantiasa terarah pada-Mu sehingga akhirnya kami dapat memandang wajah-Mu dalam keabadian. Amin.”
Ziarah Batin

