“Talium Dei Regnum – Siapa yang menjadi seperti anak kecil, yang masuk surga.” – Mrk 10: 14
…
| Red-Joss.com | Talium Dei regnum, ungkapan Latin ini jadi motto ‘The Chatedral School Townsville’. Anak kecil yang polos, jujur, apa adanya, suci ibarat kertas putih, lucu dan menggemaskan. Namun sayang hal ini sering dirusak oleh idealisme orang terdekatnya. Masa kanak-kanak direnggut, pribadi dan pertumbuhan anak diusik oleh lamanya waktu sekolah dan PR yang memberatkan. Masa bermain untuk mengasah motorik dikerdilkan oleh banyaknya les ini dan itu. Kreativitas anak di bungkam oleh beragam aturan. Belaian kasih dan mainan diganti gedget. Yang polos, lucu, dan mengemaskan itu didandani ala orang dewasa. Yang jujur dan suci itu dibiasakan larut dalam dunia game dan medsos.
Wajar, jika banyak anak yang tidak tahu sopan santun dan tidak mempunyai etika, karena memang dibesarkan dengan barang elektronik. Wajar juga anak yang polos itu jadi pandai berbohong dan tidak jujur, karena dibesarkan oleh medsos dan asupan makanan hasil yang tidak jujur. Wajar pula anak itu tidak suka berdoa, karena dibesarkan tanpa belaian kasih orangtua. Masih banyak lagi hal miris lainnya. Yang pasti semua itu mengikuti hukum alam sebab akibat.
Berbenah diri, sebelum semua itu terlambat dan menyesal kemudian. Bukankan kita semua ingin masuk Surga? Belajarlah menjadi seperti anak kecil.
Pertama: ‘be a simple person’. Jadilah pribadi yang sederhana seperti anak kecil yang polos, apa adanya, dan jujur. Jika ya katakan ya, dan tidak katakan tidak. Tanpa dipoles sana-sini tetap saja mereka menarik, menggemaskan, dan istimewa.
Kedua: ‘be a joyful person. Lihat dan amatilah anak kecil itu. Tanpa beban dan tidak banyak tekanan. Ceria, sukacita, dan bahagia. Seharusnya hidup kita seperti itu. Faktanya kita mempunyai banyak masalah, kecewa, membuat hidup ini dalam tekanan, dan menderita. Karena banyak pekerjaan hidup jadi penuh beban, stress, dan tidak bahagia. Belum lagi beban hutang, tagihan kartu kredit, dan cicilan membuat hidup ini tidak mempunyai harapan.
Stop! Hidup sekali saja kok repot. Mari kita jalani hidup bahagia dan penuh sukacita agar rasa syukur hadir setiap harinya. Ketika rasa syukur di hati, maka berkat dan rezeki itu mendatangi.
Ketiga: ‘be a faithful person’. Seorang anak meski orangtuanya kurus dan kecil, tapi dia tetap mengandalkan, pasrah, bangga dan percaya padanya. Ingat kita mempunyai Tuhan yang luar biasa. Andalkan Tuhan agar jalan kita aman. Berpasrahlah pada Tuhan agar berkah dan mujizat-Nya tercurah. Percaya dan berimanlah pada-Nya, maka pintu Surga pun terbuka.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

