“Bersukacitalah, sebab dalam Kristus, Bait Allah yang baru, kita dijadikan keluarga Allah.”
Sebagaimana Allah menuntun para buangan Israel kembali dan memberi mereka kemurahan hati raja untuk menyelesaikan rumah-Nya di Yerusalem, demikian juga Allah menuntun kami ke luar dari ‘pembuangan’ dosa menuju pemulihan, pembaruan, dan penyembahan sejati. Allah sanggup memakai siapa saja, bahkan yang tidak mengenal-Nya, untuk jadi saluran berkat bagi anak-anak-Nya.
Tuhan Yesus, Engkaulah Bait Allah yang baru, tempat Surga dan bumi dipersatukan. Di dalam Engkau, kami digabungkan jadi keluarga Allah, bukan karena darah daging, melainkan karena mendengarkan sabda-Mu dan melakukannya.
Bunda Maria jadi teladan pertama dan sempurna: ia mendengar, percaya, dan taat sepenuhnya.
Mengikuti jejaknya, kami rindu berkata ‘ya’ pada kehendak-Mu setiap hari.
Lewat teladan Santo Pius dari Pietrelcina, ajarlah kami setia dalam doa, teguh dalam penderitaan, dan murah hati dalam kasih.
Jadikan hidup kami bagaikan rumah suci, tempat orang lain dapat berjumpa dengan-Mu, sumber sukacita dan keselamatan.
“Yesus, Bait Allah yang hidup, buatlah aku setia mendengar dan melakukan sabda-Mu.”
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

