Sejak dilahirkan, kita membawa keunikan masing-masing: Ada yang sama, dan ada yang berbeda. Dari perbedaan dan kesamaan yang dimiliki itu kita dituntut supaya bisa belajar satu sama lain.
Adalah normal, jika ada yang sama, kita jadi nyaman. Sebaliknya, jika tidak ada kesamaan kita jadi gelisah! Ketika ada yang berbeda itu kita diajak untuk beradaptasi! Itulah cara kita bisa menempatkan diri di tengah banyaknya kesamaan dan perbedaan itu.
Bagi pribadi yang tidak bisa menerima perbedaan itu cenderung untuk menolak, menghakimi, atau bahkan berusaha untuk menyingkirkan. Sedangkan pribadi yang bisa menerima perbedaan itu, dia akan belajar menghormati, menghargai, dan mempunyai semangat toleransi.
Itulah sebabnya, jika di antara kita mempunyai perbedaan itu jangan menghindari atau menyingkirkan. Sebaliknya, jika ada perbedaan, yang kita lihat adalah berapa spesialnya pribadi kita.
Sedangkan adanya kesamaan di antara kita itu jadi penyemangat untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Tapi hati-hati, jangan karena mempunyai kesamaan itu, kita jadi eksklusif dan tidak mau berbaur dengan yang lain. Sehingga jadi miskin pengalaman. Kepekaan kita juga tidak terasah. Karena kebahagian yang dinikmati untuk sendiri itu membuat kita egois.
Alangkah bijak, jika perbedaan dan kesamaan itu disyukuri sebagai anugerah Tuhan. Beradaptasi untuk saling melengkapi dan mengisi itu indah!
Rm. Petrus Santoso SCJ

