Red-Joss.com – Bagi penyuka daging kambing, pergi refreshing ke Tuntang sekaligus berwisata di sekitar wilayah Salatiga dan Ambarawa adalah kolaborasi yang sangat pas.
Ke luar dari pintu tol Bawen, kita belok kiri, sesudah melewati jembatan Tuntang, lalu ke kiri lagi. Kisaran dua kilometer, kita akan mendapati warung makan yang menyajikan gecok kambing.

Gecok kambing adalah kuliner yang berasal dari kecamatan Tuntang, kabupaten Semarang, dan termasuk wilayah dataran tinggi yang berhawa sejuk pegunungan.
Bagi warga Jawa Tengah atau DIY, mungkin kurang mengenali masakan itu. Apalagi warga di luar dua provinsi itu akan bertanya-tanya, mengenai kuliner gecok kambing tersebut.
Masakan gecok kambing mempunyai sejarah yang cukup panjang. Di mulai pada tahun 1940 zaman penjajahan Belanda.
Aroma khas gecok kambing seperti tongseng atau thengkleng, tapi gecok mempunyai kuah yang lebih kental. Perpaduan cabe rawit, merica, rempah-rempah serta bumbu lainnya mampu menimbulkan sensasi tersendiri.
Keunikan lain dari gecok adalah menggunakan ampas pembuatan minyak kelapa (blondho, istilah Jawa) untuk mengentalkan kuahnya. Bumbu dan rempah gecok seperti jahe, cabe jawa, kunyit, adas, kapulaga, mesoyi, kemiri, dan kayu manis memberi efek rasa hangat di tenggorokan dan tubuh.
Gecok kambing mampu menghilangkan rasa penat dan memulihkan stamina yang loyo setelah pekerja.
Selain itu, daging kambingnya juga sangat empuk. Karena sebelum diolah bersama bumbu, daging itu direbus terlebih dulu. Untuk ukuran pedas kita dapat memesan sesuai selera.
Dengan udara sejuk di Tuntang, maka dipastikan gecok kambing sangat cocok untuk dinikmati.
Sarat Obyek Wisata


Pada zaman penjajahan Belanda, stasiun Tuntang merupakan stasiun pemberhentian jalur utama kereta api Kedungjati-Ambarawa. Tuntang yang terletak di pinggir danau Rawa Pening itu merupakan sebuah kota kecamatan di kabupaten Semarang.
Selain cukup ramai, Tuntang juga menjadi daerah penyangga desa di sekitarnya, seperti Tlogo, Watu Agung, atau Karanganyar yang banyak ditemukan warung makan yang menjual gecok kambing.
Dari Tuntang, perjalanan dapat diteruskan menggunakan jalan darat menuju ke Semarang atau ke Salatiga, Solo.

Maka tidak ada salahnya, bila setelah menyantap nikmatnya gecok kambing, kita dapat melanjutkan rekreasi ke Ambarawa dan Salatiga.
Di Ambarawa terdapat Museum Kereta Api, Gua Maria Kerep, Benteng Pendam, Monumen Palagan Ambarawa, atau Gedong Songo Bandungan.
Tak kalah menarik juga di Salatiga kita dapat berwisata ke Kopeng, Sendang Senjoyo, Telomoyo, dan sebagainya.
Selamat berkunjung.
Ririz Seno


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.