“Kebaikan yang sulit itu akan jadi kebiasaan yang mudah, jika dikelilingi oleh lingkungan yang mendukung.”
Saya pun sangat didukung, bukan hanya oleh istri, anak, cucu, sedulur, sahabat, melainkan juga oleh lingkungan.
Tetaplah berproses. Selama ada pilar yang menjaga kita, dan sesulit apa pun itu akan tetap bisa dilalui.
Benar sekali! Di tengah perjalanan yang melelahkan, keberadaan teman sejati itu berfungsi seperti kompas moral dan energi cadangan.
Berbahagialah jiwa ini yang mampu mengosongkan diri dari keangkuhan agar seluruh relung hatinya hanya dipenuhi oleh kemuliaan Tuhan.
Sungguh suatu keindahan yang luar biasa, ketika kita membayangkan hati yang kosong dari keangkuhan. Ibarat sebuah cangkir, hanya jika yang kosong itu untuk diisi dengan sesuatu yang baru dan berharga.
Salam sehat.
Jlitheng

