| Red-Joss.com | Tak terhitung, banyak orang pernah merasakan ini: kecewa!
Rasanya dibutuhkan cara untuk bisa mengolah rasa kecewa yang pernah terjadi, atau bahkan masih terjadi hingga saat ini.
Solusi jitu atasi kecewa:
Langkah pertama: siapa pribadi yang paling mengecewakanmu? Bagaimana saat pribadi yang paling mengecewakan itu dihadirkan: tentu sakit sekali. Semakin diingat, bertambah sakit. Mau dilupakan? Tidak bisa. Selama ini, dia terus mengikuti dan membebani hidupmu. Bagaimanapun juga, langkah pertama untuk mengolah kekecewaanmu kepadanya, dia harus dihadirkan.
Langkah kedua: siapa yang sebenarnya bersalah? Kamu atau dia? Kalau saling mempertahankan diri, persoalan tidak selesai. Faktanya hal itu yang terjadi selama ini: saling mendendam. Tidak peduli. Bodoh amat!
Jika kondisi seperti ini, ajaran Yesus tentang cinta kasih atau tentang pengampunan tidak berefek sama sekali. Karena dikuasai emosi. Maka, perlu diketahui, siapa sebenarnya yang bersalah?
Langkah ketiga: ada pendewasaan pemikiran. Kita makin lama seharusnya kian dewasa. Tidak kembali seperti anak kecil. Pengalaman spiritual dan rohani kita juga makin matang. Inilah kesempatan bagi kita untuk melihat pengalaman kecewa itu dalam terang iman. Lalu, rasa kecewa itu diolah menjadi sikap yang merujuk kepada kebijaksanaan. Saya bisa ke luar dari keterpurukkan. Mulai dari situ dicari, “siapa yang selama ini menguatkanku?”
Langkah keempat: Tuhan ditemukan. Dia yang mendampingi kita selama ini. Kita lalu mulai bisa berdamai dengan pengalaman kecewa itu. Hingga akhirnya, kita bisa mendoakan dia yang telah mengecewakan dan menyebabkan semua ini terjadi.
Langkah kelima: mulai dengan hidup baru dengan lebih bijaksana. Supaya tidak jatuh pada lubang yang sama: kekecewaan.
Pengalaman dikecewakan orang itu menyakitkan. Bahkan mampu meruntuhkan impian indah kita. Untuk mengatasinya dibutuhkan kebesaran jiwa dan berpikir positif agar kita mampu melihat hikmah di balik peristiwa itu, sehingga makin mendewasakan iman kita.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

