“Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan Dekapolis, Yerusalem, Yudea dan dari seberang Yordan” (Mat 4: 25).
Sebuah peribahasa mengatakan, “ada gula ada semut.” Demikian ayat 25 menunjukkan, bahwa Yesus datang dan orang-orang berbondong-bondong mengikuti Dia. Mungkin, bagi orang banyak mukjizat penyembuhan yang dilakukan Yesus itu adalah gula yang mereka cari dan memikat mereka untuk datang kepada Yesus.
Mari kita refleksi: Apakah kita mencari Yesus hanya untuk kesembuhan, kenyamanan, dan kepentingan kita sendiri? Atau, karena kita rindu untuk bersatu dengan Dia?
Jika gula itu sudah habis, maka semut pun akan menyingkir, karena semut tidak mempertanyakan siapakah yang meletakkan gula tersebut. Jika kita mencari Yesus hanya karena kepentingan, maka tidak dapat dipungkiri, bahwa kita akan meninggalkan Yesus jika kepentingan kita telah selesai. Jika kita mengikuti Yesus demi Yesus sendiri, karena kita merindukan-Nya, maka kita akan senantiasa mencari Dia dan ingin bersatu dengan Dia, bahkan kalau dalam mengikuti Dia kita harus menanggung cobaan dan penderitaan. Dalam konteks ini, kita termasuk tipe yang mana?
…
Sr. M. Priska, P. Karm
Senin, 06 Januari 2025
1 Yoh 3: 22-4:6 Mzm 2: 7-8.10-11 Mat 4: 12-17.23-25
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

