Peristiwa penampakan Tuhan yang ditandai dengan kunjungan tiga orang Majus dari Timur yang memberikan persembahan kepada bayi Yesus, masih kuat inspirasinya kepada kita. Tiga orang Majus itu akhirnya memilih jalan lain setelah berjumpa dan mempersembahkan dirinya kepada Tuhan. Pilihan ini sangat bermakna dalam sebuah perjalanan iman.
Pilihan jalan lain itu bermakna perubahan, setelah orang berjumpa dengan Tuhan. Kekuatan dan karunia-Nya membuat seseorang tidak bisa sama lagi seperti yang dulu. Di sini dapat dipahami, bahwa bintang yang membimbing mereka sampai ke atas Bethlehem itu, tetap bercahaya dan membimbing mereka untuk berjalan terus di dalam hidupnya, yaitu di jalan baru yang dipilihnya itu. Bintang itu ialah Tuhan sendiri, yang dengan Roh-Nya mengatur dan menerangi setiap langkah kehidupan manusia.
Tuhan Yesus adalah bintang kita. “He is our star.” Orang-orang zaman sekarang suka memilih bintang kesukaannya dalam olahraga, bidang lain seperti musik, film, dan selebritas. Namun terkait dengan panggilan hidup dan keselamatan jiwa ini, bintang kita hanya satu, yaitu Yesus Kristus, yang kenangan kelahirannya telah kita rayakan dalam hari Natal yang baru lalu. Perjalanan hidup kita sejak awal tahun baru 2026 ini sepantasnya berada di bawah bimbingan cahaya bintang Yesus Kristus.
Menurut inspirasi, paling kurang ada tiga kekuatan cahaya bintang Yesus Kristus.
- Pertama: cahaya pertobatan. Kekuatan cahaya ini mampu mengubah hati dan budi yang cenderung berseberangan dengan jalan Yesus Kristus. Ini dimulai dengan Herodes dan seluruh Yerusalem yang ragu, heran atau kurang percaya dengan kehadiran Yesus Sang Juru Selamat. Yesus sendiri, menurut Injil Matius pada hari ini, menyerukan pertobatan itu. Sudah waktunya untuk bertobat, dan jangan sampai waktu yang istimewa itu berlalu pergi tanpa ada pertobatan.
- Kedua: cahaya doa dan keteguhan hati. Sebuah hubungan yang dekat dan menyatu dengan Tuhan perlu dijamin oleh semangat doa dan iman. Tanpa kedua unsur ini, hubungan akan jadi kaku dan akhirnya berhenti. Surat Yohanes yang pertama menyebutnya sebagai permintaan dan permohonan kita kepada Tuhan, yang selalu jadi isi doa-doa kita.
- Ketiga: cahaya pelayanan. Yesus adalah bintang utama kita dalam pelayanan, dan Ia memberikan teladan dengan mengajar dan memberitakan Injil, melenyapkan sakit dan derita orang-orang, serta mengusir roh-roh jahat yang menyiksa hidup orang-orang yang dirasuki. Pelayanan adalah kasih itu sendiri.
“Ya, Allah yang Maha Baik, semoga kami senantiasa taat pada kehendak-Mu, yaitu melakukan tugas-tugas Kerajaan Allah yang Engkau teladankan kepada kami. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

