“Mencari-cari kesalahan orang lain itu ibarat menghitung bintang di langit. Sedang mencari kebaikan sendiri itu ibarat kita menghitung ikan di aquarium.” -Mas Redjo
…
Tidak harus kaget. Lebih baik fakta itu diterima dan diakui dengan jujur. Kita berefleksi itu untuk berbenah dan memperbaiki diri agar kita rendah hati!
Adalah fakta, melihat kesalahan orang lain itu lebih mudah, ketimbang kita melihat kesalahan sendiri.
Adalah fakta pula, sebenarnya tidak sulit untuk melihat kesalahan sendiri, asal kita mau membuka hati dan mohon pertolongan rahmat Tuhan untuk berbenah dan perbaiki diri. Sedang yang sulit, karena kita malas, tidak mau mawas diri, dan tidak mau berubah untuk hidup baru.
Kita lupa, atau melupakan, bahwa dengan selalu mencari kesalahan dan keburukan orang lain, berarti kita selalu berkurangan, minus, dan makin buruk.
Kita pun lupa, dengan menilai dan menghakimi keburukan orang lain, sejatinya kita juga bakal dinilai dan dihakimi seburuk ukuran yang kita berikan pada orang itu (Mat 7: 2).
Resep sederhana, tapi cespleng agar pola pikir kita berubah adalah, stop untuk mencari-cari keburukan dan kesalahan orang lain. Putuskan saat ini juga untuk melihat hal-hal baik dan positif pada orang lain seperti kita menghitung bintang di langit, sedang keburukannya itu bagai menghitung ikan di aquarium.
Dengan selalu berpikir positif dan baik pada orang lain, kita makin berkelimpahan anugerah Tuhan. Hidup makin baik dan selalu baru, karena diperbarui-Nya.
Hasilnya sungguh ajaib! Ketika hidup baru dalam belas kasih Tuhan, kita tidak mampu untuk menghitung bintang-bintang kesalahan atau keburukan orang lain. Karena kasih Tuhan adalah fajar pagi yang mengusir kegelapan malam, sehingga bintang-bintang itu pun tidak tampak lagi.
Hidup beriman untuk taat dan setia pada Tuhan adalah, ketika kita berani mengasihi sesama tanpa syarat dan tulus hati!
…
Mas Redjo

