“Merayakan Hari Kasih Sayang itu mudah, tapi yang teramat berat dan sulit itu adalah menghidupinya.” -Mas Redjo
…
Jujur dan tidak terbayangkan, apa saya sanggup menghidupi kasih sayang dan mengungkapkannya kepada sesama?
Pikiran, perkataan, dan perilaku kita dalam keseharian itu harus sinkron, seia-sekata, dan tulus!
Ketimbang membayangkan suatu hal itu serasa jauh, mengawang-awang, dan sulit menggapainya, lebih baik dicoba, dijalani, dan diwujudkan!
Prinsip saya sederhana, membaca dan berteori tentang kasih sayang itu untuk dipraktekkan agar jadi nyata!
Begitu pula, ketika saya mencoba sehari tanpa gadget bagi seorang wirausaha! Saya berhasil, karena mengkoordinasikan hp dengan mesin penjawab untuk diwakili sekretaris, ketika di kantor; oleh istri atau anak, ketika di rumah. Saya memperoleh laporan dari mereka, sedang para pelanggan dan relasi, saya telepon balik pada keesokan harinya.
Kini saya terobsesi untuk mencoba menghidupi kasih sayang dalam keseharian. Caranya adalah, saya memohon berkat Allah untuk penyertaan, pendampingan, dan terang Roh Kudus-Nya agar, baik dalam pikiran, perkataaan, dan perbuatan itu mencerminkan kasih-Nya.
Hidup kita adalah anugerah Allah yang luar biasa. Coba rasakan dan resapi kasih-Nya yang menghidupi dan menghangati jiwa ini. Karena kasih-Nya pula Allah mengutus Putera-Nya untuk menebus dosa dan menyelamatkan kita.
Dengan semangat rendah hati dan rela berkorban ikhlas hati, saya meneladani Yesus. Caranya adalah, menyangkal diri, memanggul salib, dan mengikuti-Nya.
‘Step by step’, tahap demi tahap itu yang saya jalani lewat kerendahan hati, tidak sekadar merayakan Hari Kasih Sayang, tapi menghidupinya dalam keseharian. Hidup saling mengasihi dalam Yesus Kristus.
…
Mas Redjo

