Allah menciptakan kami untuk hidup dan bersatu dengan-Nya. Tapi dalam kelemahan, kami sering mencari pujian atas hal-hal yang sesungguhnya adalah tugas kami. Padahal sebagai hamba-Nya, kami ingin belajar melayani bukan demi penghargaan, melainkan karena cinta.
Ajarlah kami, ya, Tuhan, untuk melayani seperti Yesus: dengan setia, tanpa pamrih, dan hati yang tulus. Semoga tangan kami bekerja dengan syukur, hati kami mengasihi tanpa batas, dan hidup kami memancarkan kasih-Mu setiap saat.
Ketika usaha kami tidak diperhatikan, ingatkan kami, bahwa Engkau melihat. Ketika mulai lelah, kuatkan kami, bahwa jerih payah dalam Engkau tidak sia-sia. Ketika kesombongan berbisik, “Aku pantas mendapat lebih.” Tenangkan hati kami dengan sabda-Mu: “Kami hanyalah hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan yang wajib kami lakukan.”
Ubahlah hati kami, ya, Bapa, agar sukacita kami bukan berasal dari keberhasilan atau pujian, melainkan dari kesadaran, bahwa kami menyenangkan hati-Mu. Berilah kami damai yang lahir dari ketaatan pada kehendak-Mu. Dalam melayani sesama, sesungguhnya kami sedang melayani Engkau.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

