“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para Nabi. Aku datang … untuk menggenapinya” (Mat 5: 17).
Tuhan Yesus sering kali melakukan hal yang seolah-olah menabrak hukum Taurat. Ia menyembuhkan pada hari Sabat dan makan tanpa mencuci tangan lebih dahulu. Ia sering kali bertentangan dengan para orang Farisi dan ahli Taurat. Lalu, apa maksud perkataan Yesus, bahwa Ia datang untuk menggenapi hukum Taurat?
Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat sering kali terpaku pada hukum-hukum lahiriah dan melupakan dasar serta tujuan dibuatnya hukum-hukum itu. Yesus mengingatkan kembali, bahwa dasar utama dari seluruh Hukum Taurat adalah kasih kepada Allah dan kepada manusia (bdk. Mat 22: 40) dan Yesus datang untuk menggenapi hukum kasih ini. Cinta-Nya kepada Allah dan manusia dibuktikan-Nya dengan ketaatan-Nya kepada Allah sampai di salib demi keselamatan seluruh umat manusia. Yesus adalah teladan sempurna dalam mengasihi Allah dan manusia.
Sr. M. Nikola, P. Karm
Rabu, 26 Maret 2025
Ul 4: 1.5-9 Mzm 147: 12-13.15-16.19-20; Mat 5: 17-19
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

