“Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea. Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya” (Yoh 7: 1).
Orang-orang Yahudi tidak dapat menerima Yesus adalah Kristus, karena mereka hanya mengenal Yesus secara dangkal. Mereka tidak mau mengenal Bapa yang mengutus-Nya. Pengenalan yang dangkal ini berujung pada penolakan, bahkan usaha untuk menangkap dan membunuh-Nya.
Kita juga sering terjebak pada pengenalan yang tidak mendalam akan Tuhan. Kita kurang menyadari, bahwa setiap hari mengalami mukjizat-mukjizat sederhana yang dikerjakan Tuhan bagi hidup kita. Kita mengabaikan pengenalan secara mendalam akan Tuhan, karena hanya berfokus untuk mencari kepuasan diri.
Saat ini, kita diajak membuka hati dan pikiran agar kita makin mengenal Allah secara mendalam. Caranya adalah dengan membaca, merenungkan, dan melaksanakan sabda Tuhan. Pengalaman akan kehadiran Tuhan dalam Ekaristi, Persekutuan Doa, Adorasi, dan doa-doa pribadi itu akan makin memupuk hubungan kita akan Tuhan dan makin memperdalam pengenalan kita akan Allah yang murah hati.
Titin
Jumat, 04 April 2025
Keb 2: 1a.12-22 Mzm 34: 17-21.23; Yoh 7: 1-2.10.25-30
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

