“Dan semua orang itu membenarkan Dia. Mereka heran akan kata-kata indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: Bukankah Ia ini anak Yusuf?” (Luk 4: 22).
Yesus ditolak di Nazaret, kampung halaman-Nya. Pada awalnya, orang-orang Nazaret mendengarkan dan menerima pewartaan yang disampaikan Yesus dengan kata-kata indah dan penuh wibawa. Namun, mereka akhirnya menolak Yesus, karena mereka berpikir, bahwa Yesus hanya salah satu dari antara mereka. Yesus ditolak, karena orang-orang sekampungnya mengenal Yesus sebagai anak Yusuf tukang kayu. Orang-orang sekampung-Nya enggan mengakui Yesus sebagai Mesias, karena pengenalan mereka terhadap Yesus yang sangat dangkal, yaitu hanya sebagai anak Yusuf si tukang kayu. Meskipun mereka melihat kuasa Yesus, mereka tetap mengabaikan-Nya.
Pengenalan akan Tuhan bukan sekadar mengetahui ‘siapa Dia’, melainkan juga mengandaikan adanya hubungan yang erat dengan-Nya. Pengenalan yang keliru terhadap Yesus dapat berdampak buruk bagi kerohanian kita. Maka, kita perlu mengenal Yesus dengan benar. Kita dapat mengenal Tuhan dengan benar, jika kita mau menjalani relasi yang intim dengan-Nya, yakni dengan senantiasa berdoa dan merenungkan sabda-Nya.
Yesus, bawalah kami kepada pengenalan yang sejati akan Engkau.
Sr. Maria Jocellyn, P. Karm
Senin, 01 September 2025
1 Tes 4: 13-17 Mzm 96: 1.3-5.11-13 Luk 4: 16-30
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

