“Ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya” (Luk 19: 41).
Yesus menangis melihat Yerusalem, karena mereka tidak mengenal waktu kedatangan Tuhan. Hati-Nya sangat sedih melihat orang-orang yang mengabaikan kasih dan ajaran-Nya. Yerusalem terlalu sibuk dengan urusan duniawi, sehingga lupa menyambut Sang Penyelamat.
Kita pun sering seperti itu, tenggelam dalam kegiatan sehari-hari, pekerjaan, atau kesenangan sementara. Sehingga sering kali melewatkan momen, ketika Tuhan sedang menyapa kita. Padahal, Tuhan selalu hadir, mengetuk hati melalui firman-Nya, dalam doa, atau bahkan peristiwa hidup yang kita alami. Apakah kita cukup peka terhadap kehadiran-Nya? Tuhan menawarkan harapan, pengampunan, dan kehidupan baru, tapi kita perlu membuka hati untuk mendengar suara-Nya. Jangan menunda waktu yang Tuhan berikan untuk berbalik kepada-Nya. Dengan mengenal waktu Tuhan, kita menemukan arah, damai, dan tujuan hidup yang sejati.
Mari kita berdoa agar hati kita selalu terbuka bagi kehendak-Nya.
“Yesus, ajari kami untuk peka terhadap waktu-Mu dan setia mengikuti jalan-Mu. Amin.”
Fr. Pius A Crucis, CSE
Kamis, 20 Nopember 2025
1 Mak 2: 15-29 Mzm 50: 1-2.5-6.14-15; Luk 19: 41-44
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

