Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Jika Anda mengenakan baju secara terbalik, Anda bagaikan orang yang salah alamat dan bahkan salah kamar.”
(Didaktika Hidup)
…
| Red-Joss.com | Zaman ini, memang dijuluki sebagai sebuah zaman edan. Zaman yang sudah dianggap lazim, jika orang-orang bertindak serba terbalik. Malah, jika Anda tidak bertindak serba terbalik, maka Anda akan dicap sebagai manusia abnormal alias tidak waras. Alasannya sederhana, karena Anda tidak mampu untuk turut bersikap serba terbalik.
Inilah sebuah arus umum yang kini mengalir sangat deras dan bahkan hingga menerjang di kalangan masyarakat kita, bahkan termasuk masyarakat di akar rumput.
Kita ini hendak ke mana? Kita mau mengikuti arus deras yang mana? Ke kiri atau ke kanan? Turut berlari dan bermain petak umpet bersama si sang gladiator berbaju merah, hijau, kuning, ataukah si biru langit?
Sesungguhnya, yang namanya aksi โmengenakan baju secara terbalikโ dengan intensi serta berujud kesengajaan. Mereka justru memiliki niat dan tujuan politis, yang tentu akan berdampak memecah belah masyarakat.
Pada kondisi ini, kita justru sudah tidak mampu lagi untuk menghargai sebuah kebersamaan dan kesepakatan alias (demokrasi) kita. Kita telah bersikap dan bertindak melenceng alias curang kepada sesama.
Inilah sebentuk cacat hukum ditinjau dari wilayah ilmu hukum. Sebentuk cacat moral, ditinjau dari sudut etika bernegara dan berbangsa. Dalam hal ini dapat disimpulkan sebagai sebentuk krisis kemanusiaan.
Berikut, saya mengutip sebuah puisi berjudul, “Serat Kalatidha” (Puisi Zaman Keraguan), karya Pujangga R Ng Ranggawarsita, yang ditulis menjelang kematiannya tahun 1873, berupa puisi ratapan.
โโโโโโ
“Kilau derajat negara lenyap dari pandangan.
Dalam puing-puing ajaran kebajikan dan ketiadaan teladan.
Para cerdik pandai terbawa arus zaman keraguan.
Segala hal makin gelap. Dunia tenggelam dalam kesuraman.”
โโโโโโ
Yudi Latif selaku penulis opini berjudul, “Puisi Zaman Keraguan” memberikan komentarnya.
Seperti โdeja vuโ, gambaran serupa membayangi pusat kekuasaan Negara Republik Indonesia yang mencapai titik zenitnya di pengujung masa kepresidenan Joko Widodo. (Kompas, Rabu 6/12/2023).
…
Kediri,ย 6ย Desemberย 2023

