“Mengeluh itu tidak menyelesaikan masalah, tapi melemahkan diri sendiri dan cengeng!” -Mas Redjo
…
“Jangan mengeluh!” Itu mantra sakti yang selalu saya rapalkan setiap kali saya disodori persoalan yang harus segera untuk diatasi dan diselesaikannya.
Saya tidak mau menundanya lagi. Selain membuang-buang waktu, persoalan jadi menumpuk dengan yang lain, dan makin berlarut-larut. Sehingga kepala ini jadi ngap, dan dada ini menyesak sakit.
Setiap kali persoalan itu datang, berat atau ringan, mudah atau sulit, saya berusaha untuk bersikap tenang dan berpikir jernih.
Saya tidak mau kagetan dan syok. Apalagi lalu mencari-cari kesalahan orang lain, dan demi pembenaran diri itu adalah sifat buruk yang harus dikendalikan dan dibuang jauh.
Dengan bersikap tenang, saya bisa berpikir dengan jernih untuk melihat peroalan yang muncul itu secara baik dan obyektif.
“Tuhan, sertai dan bimbing saya dengan Roh Kudus-Mu agar hidup berkenan bagi-Mu,” adalah nafas doa saya untuk memaknai hidup ini.
Mendisiplinkan hidup doa itu yang saya jalani untuk mengisi hari demi hari dan memaknainya. Hidup ini anugerah Tuhan yang harus diisi dengan perbuatan baik sebagai pertanggungjawaban kita kepada-Nya.
Saya juga berusaha untuk tidak mengeluh, karena mengeluh itu tidak menyelesaikan masalah. Sebaliknya, membebani pikiran dan melemahkan iman saya. Tapi dengan mengandalkan Tuhan, hidup kita dimudahkan-Nya.
Hidup doa itu jadi nyata, ketika kita mewujudkannya lewat perilaku dan perbuatan baik dalam keseharian.
Tuhan memberkati.
…
Mas Redjo

