Ketika didapuk, diberi mandat untuk mengajar di KPP (Kursus Persiapan Perkawinan) di Gereja, saya segera menyanggupi. Mengiyakan. Alasan saya sederhana, jika diminta tolong oleh Gereja agar tidak menolak dengan alasan sibuk bekerja, atau mengalihkan kepada orang lain.
Dipercaya itu suatu kehormatan agar kesempatan baik itu tidak kita sia-siakan. Dengan berbagi, kita diajak bersaksi dan menampakkan wajah Tuhan.
Selain itu, sesibuk apa pun, saya berusaha untuk tidak menolak, jika dimintai tolong. Kita mempunyai waktu sama, sehari itu 24 jam. Semua itu tergantung pada pribadi yang mengelola dan memanfaatkan waktu itu dengan baik.
Karena saya berprofesi sebagai wirausaha, saya diminta mengajar “Ekononomi Rumah Tangga” bagi para pasangan calon pengantin itu.
Ketika menikah, siapa yang harus mengelola keuangan keluarga? Istri, suami, atau dikelola bersama?
Adalah hal yang biasa dan wajar, jika pertanyaan seperti itu muncul. Bahkan tidak sedikit di antara kita yang ragu, jika keuangan keluarga itu dipegang oleh pasangan kita. Lho…?!
Kita meragukan atau tidak percaya pada pasangan itu naif. Faktanya kita mau diajak menikah.
Jika meragukan pasangan, apakah selama penjajagan itu kita sekadar berkamuflase?
Tentunya tidak. Sedikit banyak kita tentu mengenal pasangan sendiri, baik kelebihan dan kekurangannya.
Modal utama dan pertama untuk mengelola keuangan keluarga itu dengan baik adalah jujur, terbuka, dan mempunyai skala prioritas dalam berbelanja agar tidak boros. Alias besar pasak daripada tiang serta demi memanjakan gengsi.
Jujur, karena kita telah disatukan oleh pernikahan suci. Dari dua pribadi menjadi sehati dan sejiwa serta saling percaya.
Terbuka dan berterus terang. Jika kita ingin membantu keluarga lebih baik terbuka dan bersikap adil. “Keluargamu adalah keluargaku juga.”
Skala prioritas itu penting agar kita membeli barang sesuai kebutuhan, bermanfaat, dan awet.
Jika pun hendak membeli suatu barang, sebaiknya dikompromikan agar tidak saling menyalahkan. Tapi demi kebaikan bersama.
Hidup prihatin dan rajin menabung adalah cara bijak untuk mengelola keuangan keluarga dengan baik.
Semoga sukses membina keluarga yang sejahtera dan bahagia.
Mas Redjo

