“Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem” (Luk 9: 53).
Yesus meneguhkan hati-Nya untuk tetap pergi ke Yerusalem, meskipun Ia ditolak di Samaria. Murid-murid ingin membalas dengan api, tapi Yesus menegur mereka. Ia mengajarkan, bahwa kasih lebih besar daripada kemarahan, dan misi keselamatan tidak boleh dikalahkan oleh kebencian.
Hari ini kita juga memperingati Santo Hieronimus, seorang pencinta Sabda Allah yang rela bekerja keras menerjemahkan Kitab Suci agar dapat dipahami banyak orang. Ia mengingatkan kita, bahwa Firman Tuhan layak diperjuangkan dengan sabar, bukan dengan dendam.
Terkadang kita ditolak, disalahpahami, atau disakiti. Tapi Yesus mengajarkan jalan damai dan pengampunan, bukan balas dendam.
Marilah kita meneguhkan hati untuk tetap setia pada kebaikan, meskipun harus menghadapi penolakan. Seperti Santo Hieronimus, mari mencintai Sabda Tuhan dan membiarkan Sabda itu mengubah hati kita jadi lemah lembut dan berbelas kasih.
Sr. M. Yvonne, P. Karm
Selasa, 30 September 2025
Za 8: 20-23 Mzm 87: 1-7 Luk 9: 51-56
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

